Inilah Berbagai Resiko Aborsi yang Harus Anda Tahu!

Aborsi merupakan suatu tindakan menggugurkan kandungan yang biasanya dilakukan oleh mereka yang tidak berkenan memiliki keturunan. Biasanya ada beberapa sebab mengapa seseorang melakukan aborsi baik karena masalah keterpaksaan atau memang dengan alasan kesehatan karena memang seseorang yang mengalami penyakit tertentu dan hamil bisa dianjurkan untuk melakukan aborsi.

Namun aborsi sendiri bukan tanpa efek samping. Ada resiko yang harus diterima oleh seseorang yang melakukan aborsi. Berikut berbagai resiko aborsi yang Anda harus tahu dan perlu Anda pahami!

Resiko Aborsi yang Anda Harus Tahu
Sebenarnya tak ada aborsi yang legal kecuali dengan beberapa aturan dan Indonesia telah mengatur seperti apa aborsi boleh dilakukan. Namun walau demikian, aborsi tetap memiliki resiko. Mengenai beberapa resiko aborsi yang Anda harus tahu diantaranya :

  • Rahim yang mengalami infeksi
    Seseorang yang telah melakukan aborsi, sering berakhir dengan mengalami masalah infeksi rahim. Infeksi rahim ini biasanya terjadi setiap 1 dari 10 aborsi yang dilakukan. Infeksi ini biasanya dapat diatasi dengan mengonsumsi obat antibiotik.
  • Kehamilan tersisa didalam rahim
    Biasanya kehamilan yang tersisa didalam rahim terjadi karena aborsi bukan ditangani oleh tenaga medis yang bersertifikat semisal pada aborsi yang dilakukan secara ilegal oleh dukun atau orang yang mengaku sebagai tenaga medis tetapi belum tersertifikasi. Bisa juga terjadi karena aborsi yang dilakukan dengan memakai obat. Hal ini dapat terjadi pada setiap 1 dari 20 kejadian aborsi itu sendiri. Karena itu jika memang harus ada prosedur aborsi, untuk meminimalisir resiko ada baiknya aborsi dilakukan oleh tenaga ahli yang memang berada di bidangnya.
  • Kehamilan yang bisa tetap berlanjut
    Kehamilan yang tetap berlanjut juga bisa terjadi kurang dari 1 atas setiap 100 kasus aborsi. Hal ini terjadi ketika aborsi tidak berhasil dilakukan dan janin tidak berhasil dikeluarkan secara paksa sehingga janin tetap menunjukkan adanya perkembangan didalam rahim.
  • Pendarahan hebat dan kerusakan mulut rahim
    Pendarahan hebat bisa terjadi pada setiap 1 dari 1000 kejadian aborsi. Pendarahan juga sangat memungkinkan untuk seseorang yang mengalaminya melakukan transfusi darah. Sementara orang yang aborsi juga berpotensi mengalami kerusakan pada mulut rahim dimana hal ini juga bisa terjadi pada 1 dari 100 kejadian aborsi yang dilakukan dengan prosedur atau tindakan – tindakan operasi.
  • Dampak psikologis
    Tak hanya memberikan dampak secara fisik, nyatanya aborsi juga bisa menimbulkan dampak psikologis pada orang yang pernah melakukannya. Biasanya mereka bisa mengalami masalah takut untuk hamil kembali atau mengalami masalah psikologis yang lain seperti stres pasca melakukan aborsi.

Demikian berbagai resiko aborsi yang Anda perlu tahu. Upayakan Anda pikirkan baik – baik jika mengalami masalah aborsi. Semoga menjadi informasi yang bermanfaat dan jaga selalu kesehatan Anda.